TPijar Tambolaka
Sejarah & Warisan: Mengenal Jejak Masa Lalu Tambolaka

Mengulik Jejak Kerajaan Purba di Desa Ratenggaro: Warisan Budaya yang Tak Tergantikan

Desa Ratenggaro di Tambolaka menyimpan jejak kerajaan purba yang kaya akan sejarah dan budaya. Temukan warisan tak tergantikan yang masih terjaga hingga tahun 2025–2026.

Mengulik Jejak Kerajaan Purba di Desa Ratenggaro: Warisan Budaya yang Tak Tergantikan

Hal Penting

  • Desa Ratenggaro dikenal sebagai salah satu desa adat tertua di Sumba Barat Daya.
  • Rumah adat beratap tinggi menjadi ikon utama yang mencerminkan arsitektur tradisional Sumba.
  • Kerajaan purba di Ratenggaro meninggalkan jejak berupa kuburan batu megalitik yang masih terjaga.
  • Desa ini menjadi tujuan wisata budaya yang populer sejak tahun 2025.
  • Pemerintah setempat berencana memperkuat infrastruktur pariwisata hingga tahun 2027.

Sejarah Kerajaan Purba Ratenggaro

Desa Ratenggaro dikenal sebagai salah satu pusat kerajaan purba di Sumba Barat Daya. Menurut sejarah lisan setempat, kerajaan ini didirikan oleh para leluhur yang dikenal dengan nama Marapu. Mereka meninggalkan jejak berupa kuburan batu megalitik yang hingga kini masih berdiri kokoh. Kuburan ini bukan hanya simbol kekuasaan, tetapi juga penghormatan terhadap leluhur yang diyakini masih menjaga desa. Pada tahun 2025, penelitian arkeologi kembali digiatkan untuk mengungkap lebih banyak fakta tentang peradaban ini.

Keunikan Arsitektur Tradisional

Salah satu daya tarik utama Desa Ratenggaro adalah rumah adat beratap tinggi yang dikenal dengan nama 'Uma Mbatangu'. Rumah ini memiliki struktur yang unik dengan atap menjulang hingga 15 meter, melambangkan hubungan antara manusia dan langit. Setiap bagian rumah memiliki makna filosofis yang dalam, seperti lantai yang melambangkan bumi dan atap yang melambangkan langit. Wisatawan yang berkunjung pada tahun 2026 dapat menyaksikan langsung proses pembangunan rumah adat ini, yang masih dilakukan dengan teknik tradisional.

Warisan Budaya yang Terus Dijaga

Masyarakat Desa Ratenggaro masih mempertahankan tradisi Marapu dengan setia. Ritual adat seperti 'Pasola' dan 'Wulla Poddu' masih digelar secara rutin, menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada tahun 2025, pemerintah setempat mulai melibatkan masyarakat dalam program pelestarian budaya, termasuk pelatihan pemandu wisata lokal. Hal ini dilakukan agar warisan budaya Ratenggaro tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Tanya Jawab Singkat

Bagaimana cara menuju Desa Ratenggaro?

Desa Ratenggaro dapat dijangkau melalui Bandara Tambolaka, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 1,5 jam.

Apakah ada biaya masuk ke Desa Ratenggaro?

Biaya masuk relatif terjangkau, dengan tarif yang digunakan untuk perawatan dan pelestarian desa.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Desa Ratenggaro?

Waktu terbaik adalah saat musim kemarau, antara Mei hingga September, ketika ritual adat sering digelar.

Apakah ada penginapan di sekitar Desa Ratenggaro?

Terdapat beberapa homestay dan penginapan sederhana di sekitar desa, yang dikelola oleh masyarakat setempat.